Kimono Day in Kyoto : Kimono No Obebe

Satu dari wishlist saya : kompakan dengan suami memakai kimono. Foto ini diambil oleh seorang turis dari Singapura yang baik hati menawarkan untuk memotret kami berdua.

Sebelum berangkat menuju Jepang, kami sempat ragu untuk menyewa kimono atau tidak karena budget kami memang terbatas. Namun Puji Tuhan karena satu dan lain hal kami mendapat voucher dari Airbnb yang akhirnya kami gunakan untuk menyewa kimono di Kyoto. Diskonnya lumayan banget untuk kami berdua, hehe...

Saya pun sempat cek di situs Airbnb untuk tempat dan biaya sewa kimono di Osaka, Kyoto dan Tokyo. Karena kami ingin bisa foto-foto memakai kimono dengan latar belakang pemandangan kota Jepang yang klasik maka kami pun menjatuhkan pilihan untuk menyewa kimono di Kyoto.

Nama tempat penyewaan kimono di Kyoto yang kami pilih itu Kimono No Obebe.

Jadi dari Kyoto Station menuju tempat kimono ini bisa dicapai dengan berjalan kaki, naik bus atau naik taksi. Tentu saja opsi terakhir kami tidak mampu, hahahaha.... Naik bus? kami tidak yakin dan kuatir malah bisa telat tiba disana jadinya kami memutuskan berjalan kaki.

Jangan ditanya yah jauh apa tidak karena 15 menit berjalan kaki dari Kyoto Station itu sesuatu banget yah buat kita yang baru saja menjelajah Arashiyama Bamboo Forest di tengah gerimis. Walau kaki rada pegel tapi kami tetap excited karena mau coba pakai kimono :)


My kimono day in Kyoto, October 2018

Perfect look of my husband wearing kimono :D

Saya memesan untuk sewa kimono pukul 10 pagi lewat Airbnb dan untunglah kami tiba tepat waktu. Saat tiba di tokonya baru ada 3 orang yang mengantri. Enaknya dengan sistim antri di sana itu teratur dan rapi, kami pun dipandu untuk memilih motif kimono yang kami mau pakai. Saya sempat bingung dan akhirnya meminta bantuan kepada staff toko untuk dipilihkan yang cocok untuk kulit saya yang rada coklat.

Biaya sewa kimono disana termasuk hairdo sederhana dan aksesoris rambut. Saya senang dengan kualitas kimono dan pelayanan staff disana, ramah dan sangat membantu. Walau mereka tidak semuanya fasih berbahasa inggris namun mereka tetap berusaha untuk berkomunikasi dan bertanya kepada kami, misalnya disaat rambut saya ditata, hairdresser nyadengan ramah bertanya dalam bahasa jepang : daijobu?.
Saya langsung seketika ingat ada pada drama Jepang yang pernah saya tonton, artinya daijobu itu are you okay? Saya pun langsung menjawab yes sambil tersenyum.

Karena rencana kami setelah dari Kimono No Obebe adalah menuju Gion jadi kami memutuskan untuk foto-foto di seberang toko, yaitu di Nishi Honganji Temple.

Kimono Day! Kami dipotret oleh sepasang suami istri yang merupakan turis, kami banyak menerima kebaikan selama berada di Jepang. Puji Tuhan!
Saat kimono day ini kami dipertemukan dengan orang-orang baik yang juga merupakan turis dari Singapura dan Eropa, mereka menawarkan untuk memotret kami berdua. Mungkin karena mereka melihat kami repot memotret sendiri memakai timer. Thanking God for all of their kindness.

Review saya untuk Kimono No Obebe : staff ramah semua, harga sewa terjangkau, koleksi lumayan bagus. Kekurangannya cuma 1 : jauh kalo jalan kaki, hahaha.... kalau mengajak orang tua atau anak saya sarankan cari yang dekat dengan stasiun kereta atau dekat dengan lokasi motret jadi tidak akan kecapean.
But overall kami senang dengan pengalaman menyewa kimono di Kimono No Obebe :)

Di postingan berikutnya saya akan menulis mengenai perjalanan kami mengunjungi Fushimi Inari Taisha.

Oiya bagi teman-teman yang membutuhkan voucher untuk Airbnb bisa klik link ini yah, lumayan banget bisa dapat voucher sekitar 632.500 idr yang dapat digunakan untuk menginap via Airbnb / Airbnb experience.

-Pad-
© PAPER FLAVOUR . Design by Fearne.