My Love Story with Scrapbooking

Hai, tiba-tiba ingin menulis tentang short story saya yang jatuh cinta dengan Scrapbooking.
Pas banget dengan nuansa Valentine Day yah :)

Mungkin untuk teman-teman yang sekarang mendengar istilah scrapbook atau scrapbooking akan lebih ngerti daripada 8 tahun lalu ketika saya pertama kali jatuh cinta dengan kerajinan tangan yang unik ini. Bahkan di awal 2010 ketika saya memulai Paper Flavour, suami saya sampai adik-adik dan orangtua plus teman-teman pun heran apaan sih scrapbook itu? emangnya laku yah kalo dijual, itu pertanyaan dari ayah saya, hahahaha....

Bahkan banyak orang ketika melihat aneka kertas scrapbook yang dijual di Paper Flavour bertanya dengan mengirim dm ke saya : " mbak, ini kertas kado yah? kok harganya mahal amat dan ukurannya kecil banget... ". Saya pun harus berulang kali menjelaskan bahwa ini kertas scrapbook dengan detailnya endebree endebraa bla bla... ^0^ cape dan pegel ngetiknya, tapi saya happy waktu itu saya iseng menjual kertas scrapbook dan dalam waktu 3 hari langsung sold out. Fyi, saya hanya menjual bahan impor asli dari merek produsen scrapbook dari Amerika, karena memang dari segi bahan dan desain sangat bagus.

My very first in making a mini scrapbook album :) it was in 2010.


Scrapbook buatan tangan hadiah untuk sahabat tercinta yang mau pindah negara untuk bekerja.



Alasan saya bisa suka banget dengan scrapbooking adalah suatu hari saya lagi buka internet , saya lupa persisnya lagi baca apa tapi tiba-tiba saya nemu sebuah blog yang isinya kok lucu amat, semacam kolase dan kliping gitu (saat itu saya gak tau ada istilah scrapbook). Inilah blog tersebut (link), entah kenapa saya gak bisa mengalihkan perhatian saya dari blog itu dan saya gak sadar jadi penasaran dengan scrapbook. Saat itu Piradee, pemilik blog itu sedang menjual beberapa bahan scrapbook miliknya, some new and some used, dan pas banget bulan April 2010 saya dan suami akan terbang ke Singapura, jadilah saya mencoba dm Piradee ingin membeli beberapa produk jualannya. Dan believe it or not, salah 1 benda used yang saya beli dari dia adalah gunting khusus untuk papercraft bermerek Fiskar dan gunting tersebut masih awet bertahan baik saya gunakan sampai detik ini, padahal uda 8 years loh :) keren khan?

Satu hal yang saya sadari kenapa saya bisa klop banget dengan scrapbooking adalah saya teringat waktu kecil saya suka banget bikin kliping dan mading, dan saya suka dengan konsep Memory-Keeping yang ada di scrapbooking. Kalau cuma menyimpan foto di dalam album atau computer / hp itu hal biasa tapi kalau kita coba bikin sendiri dengan tangan kita berupa scrapbook, pasti hasilnya akan lebih unik dan personal. Itu pendapat saya pribadi.

Beberapa kali saya mengajar di kelas scrapbook, saya pasti ketemu dengan pertanyaan ini : gimana caranya supaya scrapbook buatanku bagus? kok jelek yah.
Sedangkan saya ingat ketika awal kali membuat scrapbook, saya gak suka dengan hasilnya, hahahaha... Beneran saya kesel deh rasanya kok kurang ini dan itu yah. Suami saya pun heran karena dengan polosnya dia bilang kalau buatan saya cukup bagus.Tapi tetap saya merasa gak greget dan saya pun akhirnya sadar kalau dalam membuat scrapbook tidak boleh memakai akurasi dan tidak ada kata salah atau benar. Karena scrapbook itu bagian dari seni, seni itu selera pribadi masing-masing dan ketika saya ngeh akan hal itu saya bisa lebih enjoy membuat scrapbook. Saya pun mensharekan hal tersebut ke peserta kelas karena saya ingin orang-orang membuat scrapbook karena mereka suka, karena mereka ingin menyimpan kenangan dengan cara yang artsy dan unik.


Contoh layout scrapbook berukuran 15x15 cm buatan saya.

Bagi saya secara personal, scrapbook merupakan my comfort zone to keep memories dan juga passion + hobi saya dalam bidang seni, membuat scrapbook juga bisa menjadi salah satu kegiatan yg bisa mengurangi / menghilangkan stres loh :)

Buat teman-teman yang ingin mencoba membuat scrapbook, hanya dibutuhkan bahan utama berikut : gunting, foto, kertas motif, doubletape/lem. Jika ingin menonjolkan (efek pop up) bisa memakai foamtape.
Kemudian tentukan media yang mau dibuat, apakah berupa layout/lembaran atau album. Untuk pemula saya sarankan mencoba membuat layout sederhana. Bisa memakai ukuran 15x15cm / 20x20cm / 30x30cm (ukuran terbesar berdasarkan kertas yang dijual di pasaran).
Pakailah foto berkualitas baik karena foto merupakan fokus utama dari scrapbook sendiri.
Untuk referensi, silakan lihat beberapa contoh yang pernah saya buat sebelumnya disini atau di instagram Paper Flavour.

Silakan mencoba ya, semoga teman-teman suka membuat scrapbook :)

-pad-


Lunar New Year in Singapore & Short Review of Supreme Hotel

Us in front of Tampines Mall, Singapore. 2017. The cute decoration of Lunar New Year are in everywhere in this small country.


Tahun lalu tepatnya ketika liburan Imlek, mertua mengajak saya dan keluarga untuk short trip ke singapura. Saat itu saya sedang hamil usia sekitar 6 bulan. Kalau ditanya bagaimana suasana Imlek di singapura, saya cuma bisa menjawab : mal pada tutup, mau cari makanan susah banget dan kalau nemu makanan di foodcourt pun harga jadi 2x lipat mahalnya.

Hari pertama Imlek disana, saya dan keluarga mencoba cari makanan di Plaza Singapura, tapi sayangnya foodcourt favorit saya di sana tutup padahal saya sudah berencana memesan Ayam Bakar ala Indonesia yang selalu laris manis. Akhirnya kami menemukan sebuah restoran makanan Hongkong, tapi ketika melihat harga menunya semua jadi serba mihil (ampun deh... ga mau ke singapura lagi ketika lagi Imlek). Kami pun terpaksa memesan makanan yang harganya lagi naik tersebut karena tidak ada opsi lainnya.



Last year exactly when the Lunar holiday, in-laws took me and my family for a short trip to singapore. I was pregnant about 6 months old. If you asked my opinion how the Lunar atmosphere in singapore, I can only answer: the malls are closed, if you want to find food is really hard and the price become 2x expensive.



The first day of the Lunar there, we try to find food at Plaza Singapore, but unfortunately my favorite foodcourt there is closed (I was planning to order Ayam Bakar ala Indonesia that is always selling well). Finally we found a Hongkong food restaurant, but when looking at the price of the menu all become more expensive twice. We have no option but to order the food although the price was rising up.



Selama di singapura kami menginap di Supreme Hotel yang letaknya dekat sekali dengan Plaza Singapura, jalan kaki 5 menit juga sampai disana.



Uniknya saya dan keluarga sempat menyaksikan hari kedua Imlek di depan Istana Presiden ada antrian panjang sekali, saya pikir ada apaan. Oh ternyata antrian para rakyat yang ingin masuk ke Istana, katanya setiap Imlek memang Istana dibuka untuk warga. Salutnya untuk warga singapura, selalu antri rapi walau saat itu sedang hujan sekalipun (kapan warga indonesia akan bisa antri rapi seperti ini?).



While in singapore we stay at Supreme Hotel which is located very close to Plaza Singapura, 5 minutes walk to get there.

Uniquely my family and I had witnessed the second day of Imlek in front of the Istana, there is a long queue. It turns out the queue of the people who want to go to the Istana, that every Lunar New Year it was indeed opened for residents. So proud for the citizens of Singapore, always queued tidy even though it was raining though (when will the citizens of Indonesia will be queued neatly like this?).



Saya jadi ingat kejadian beberapa tahun lalu ketika antri di dalam sebuah hiper market untuk menimbang buah dan sayur, saya disalip oleh seorang ibu yang tanpa malu menyerobot antrian di depan saya dan kagetnya lagi petugas timbangan diam saja. Saya yang waktu itu entah bagaimana ada keberanian menegur ibu tersebut dan ibu itu hanya mesem mesem tidak jelas.



I remember a few years ago when queuing up in a hyper market to weigh fruit and vegetables, I was overtaken by a woman who shamelessly grabbed the queue in front of me and was surprised again the weighing officer was silent. I was at that time somehow try to talk to the woman and she just smile and ignore.



Balik lagi ke topik liburan, berikut review singkat saya mengenai Supreme Hotel :
Lokasi : sangat oke, apalagi buat kamu yang memang ingin menginap di area shopping. Dari Supreme Hotel ini naik mrt di stasiun Somerset yang letaknya di bawah Plaza Singapura, jalan 2 stop untuk turun di stasiun Orchard. Mencari makanan sangat mudah karena ada foodcourt kecil di dekat hotel.

Transportasi : ada bus stop di dekat hotel dan ada stasiun mrt Somerset di dalam Plaza Singapura.

Kebersihan : cukup.

Fasilitas : cukup, hanya ada lift. Intinya hotel ini kalau hanya untuk tidur saja menurut saya cukup oke.

Sekian postingan singkat saya tentang liburan di singapura saat liburan Imlek dan review singkat tentang Supreme Hotel. Semoga infonya berguna untuk teman-teman yang hendak berkunjung ke singapura ya.


Back to the holiday topic, here's my quick review of the Supreme Hotel:

Location : very good, especially for you who really want to stay in the shopping area. From this Supreme Hotel ride mrt at Somerset station which is located under Plaza Singapura, 2nd stop street to get off at Orchard station. Finding food is very easy as there is a small foodcourt near the hotel.

Transportation : there is a bus stop near the hotel and there is a Somerset mrt station inside Plaza Singapura.

Cleanliness : just okay.

Facilities : just okay, there is an elevator. The point is this hotel if just to sleep is quite okay.

So, this is my short post about trip to singapore during Lunar Year holiday and my short review about Supreme Hotel. Hopefully the information is useful for you who want to visit singapore.


Please be nice to others

on the pic : Tim was having fun playing in an indoor plaground, 2017.

Akhir-akhir ini suka merasa sedih kalau mendengar berita atau membaca artikel di social media. Sepertinya semakin banyak manusia yang bersikap unwell, not doing like a human being to others. Tempo kebencian lebih besar daripada kasih sayang dan kebaikan. Bagi seorang ibu seperti saya, yang sering membayangkan bagaimana dengan keadaan disaat anak-anak kami tumbuh dewasa, membuat saya menjadi cukup concern and bit of worry.

Karena itulah saya menulis judul postingan ini 'please be nice to others'. Dengan berharap seseorang diluar sana, at least there is 1 people yang akan tergerak hatinya untuk be a better person dan mulai sadar untuk bersikap nice kepada sesama manusia lainnya tanpa berpikir dan memandang latar belakangnya. To be honest, entah kenapa dari saya kecil saya paling tidak suka dengan sikap unwell seperti sikap rasisme. Mungkin karena ayah saya yang selalu mengajarkan kepada saya untuk jangan pernah memandang manusia dari latar belakangnya. Be nice always, that's what my father taught me.

Saya teringat tahun lalu saya sedang menonton channel National Geographic tapi saya lupa judulnya apa. Tayangan tersebut membahas penelitian perilaku/behaviour manusia terhadap sesama manusia lainnya. Yang serunya ditayangkan perbandingan jika suatu hari kita dihadapkan dengan si A (seseorang yang berwajah baik) dan si B (seseorang yang berwajah gahar layaknya seorang preman). Pertanyaan diajukan di tayangan tersebut : Manakah yang akan kita pilih?
Hasil penelitian menunjukan kalau responden 100% memilih si A, orang yang berwajah baik.

Tapi hal berikutnya yang buat saya tercengang dan sedikit ketawa, adalah jika suatu hari kita dihadapkan dengan si B (seseorang yang berwajah gahar layaknya seorang preman) dan sesosok Alien alias mahluk luar angkasa. Nah, lagi-lagi ditanyakan di tayangan itu : Manakah yang akan kita pilih?
Ironisnya, hasil menunjukan kalau responden 100% memilih si B.

Saya bilang hal itu ironis karena inilah kenyataan hari-hari ini, terkadang manusia mengatakan dan melakukan hal yang tidak baik kepada sesamanya.
Gak usah jauh-jauh, intip aja keseharian kita, misalnya saya sebagai seorang ibu pastilah saya perna memarahi anak saya dan anak saya mungkin saja merasa sedih. Kita sebagai orangtua bisa meminta maaf kepada anak kita, tapi kalau kita mengatakan atau melakukan hal yang tidak baik kepada orang lain apakah kita mau meminta maaf?

Maaf itu kata yang mahal menurut saya. Padahal Tuhan mengajar kita untuk selalu menjadi pribadi yang pemaaf dan meminta maaf. Saya pernah ketika masa kuliah dulu konflik dengan ayah saya, dan saya berjuang banget untuk bisa bilang maaf ke ayah saya. Susah ga minta maaf? susah banget! Saya ingat ketika saya bilang maaf ke ayah, mata saya merah dan saya berusaha menahan air mata ga jatuh. Kalau uda jatuh pasti bisa bercucuran non stop (maaf agak lebay,hahaha).

Kalau boleh memilih untuk gak say sorry, saya mau memilih itu aja. Tapi entah kenapa hati ini gak merasa peaceful/damai kalau ga meminta maaf. Saya percaya Tuhan pasti pengen kita untuk menjadi pribadi yang semakin baik setiap hari, dan salah satunya dengan mengatakan kata 'maaf' yang tulus.

Be nice to others, sekalipun mereka ga nice sama kita.
Its worth to try. Remember, God always see whats inside our heart, He will gladly to see what we are doing to be a better human everyday.

Salam,

Pad.

Hello 2018!

Hi guys.
Its a very long time not blogging in here. I am not back from my long holiday, in fact now i am busier than before. Being a fulltime housewife and mom, its not easy as I ever think. Sometimes I feel like a storm and heavy rain are coming to my house and make a huge mess (sorry for my overpower imagination). But at the end of the day, with all the tired feeling and bad emotion that I got from take care of my two precious babies, I cant say nothing but only feel grateful and thankful, which I believe I cant go through all that stressed days without the support of my husband, family, friends and the most important is God Himself. Since I became a believer on 2001, I learn to surrender all my problems, pain, sorrow, wishes, dreams, all to God, because He is my creator (and because of that of course He will always take care of me, right?)

Back to my scrapbooking life, I just make a scrapbook in frame with theme The Mothers Day. Made it for my lovely mom. I wish for all the good things for her, because she is the best mom in the world.



OLD
© PAPER FLAVOUR . Design by Fearne.