Osaka : Namba, Dotonbori, Shinsaibashi

Area Dotonbori menuju Shinsaibashi-suji, so crowded with people

Hari pertama kami tiba di Osaka pada sore hari, kami langsung menuju ke area Namba setelah check-in di tempat inap kami via Airbnb. Sekitar jam 7 malam kami tiba di Dotonbori dan tercengang melihat terangnya malam hari di sana, iklan-iklan besar berhamparan di gedung-gedung tinggi, ratusan orang lalu lalang, musik yang terdengar dimana-mana, harum dari aneka street food pun turut menggoda, saya tidak tahan untuk tidak memotret suasana disana.

Tidak ketinggalan kami pun mengabadikan momen di depan Glico Man, ikon terkenal di sana, pokoknya kalau mampir ke Osaka wajib untuk singgah dan explore di Dotonbori yah.

Pak suami dipaksa istrinya untuk dipotret di depan Glico Man, hahahaha...

Inilah Glico Man yang hype itu :) wajib foto yah kalo ke sini
Saya dan suami sebenarnya lebih suka suasana yang tidak begitu ramai, namun sesekali tidak apalah yah namanya juga berlibur, menikmati waktu kebersamaan di tempat baru. Banyak banget food-signage yang lucu-lucu lho di Dotonbori. Saya sempat mengabadikan beberapa, seperti restoran sushi yang antriannya panjang ampun dan ada juga restoran takoyaki yang juga tidak kalah panjang antriannya, hahaha....

Kami berdua sempat mencicipi salah satu takoyaki disana, setelah survey via google akhirnya saya mencoba membeli Takoyaki Wanaka. Cocok banget makan takoyaki hangat di tengah dinginnya udara. Saya tidak sempat memotret takoyaki karena sudah keburu dimakan duluan (duh!), hahaha....

Takoyaki Wanaka in Dotonbori, Osaka
Another takoyaki stall

And another takoyaki, hahaha.... so many takoyaki stalls in here!

Kawaii signage :)
Selanjutnya saya akan me-review salah satu ramen yang hype banget, kalau ke Osaka/Tokyo wajib cicipin kuliner yang satu ini. Nantikan yah postingan saya berikutnya!

-Pad-

Fushimi Inari, Gion and Gion Shirakawa

Sumringah ketika tiba di Fushimi Inari

Ittinerary kami untuk one day trip di Kyoto terbilang cukup padat. Singkatnya ini urutan perjalanan kami selama sehari :
1. Arashiyama Bamboo Forest
2. Arabica Coffee
3. Sewa kimono + foto
4. Fushimi Inari Taisha
5. Gion
6. Gion Shirakawa
7. Sannenzaka Nannenzaka

Jadi setelah menyewa kimono dan berfoto ria kurang lebih selama 2 jam, sekitar pukul 1 siang kami pun tiba di Fushimi Inari yang terkenal dengan torii merahnya. Beruntungnya kami karena cuaca adem, walau masih mendung kelabu tapi karena exciting jadi dibawa seru ajah jalan-jalannya :)

Saking banyaknya kami memotret, batere kamera kami pun hanya tersisa sekitar 20% padahal setelah ini kami masih mau menjelajahi Gion.

Yang menarik di Fushimi Inari ini adalah ada jajanan di area sebelah kiri, semacam satu jalan dimana kanan kiri banyak yang menjajakan street food, suvenir, dkk. Kami sempat mencoba rice crackers dan crab stick (ini super enak banget!).

Rice Crackers aneka rasa, ada yang pedas juga lho!
Spot paling terkenal di sini adalah lorong torii berwarna merah. Jadi ketika kami mulai berjalan naik menyusuri jalan setapak di area tersebut akhirnya kami bertemu dengan torii merah yang dimaksud. Banyak banget turis berfoto disana, saya sampai bingung gimana mau motret yah karena banyak yang lalu lalang, hahaha....

Alhasil kami memotret bergantian pokoknya asal sudah mendokumentasikan momen perjalanan di Fushimi Inari, untuk kenang-kenangan suatu hari, ya gak? :D

Spot terkenal di Fushimi Inari yang wajib difoto
Karena agak ramai, kami juga sudah mulai lelah, kami pun memutuskan untuk langsung pergi menuju Gion. Dari Inari JR station kami menuju ke Gion Station.

Alangkah kaget dan happy nya saya ketika memutuskan mau mampir sebentar ke dalam pusat perbelanjaan yang terhubung dengan stasiun karena bertemu dengan gerombolan Geiko/Maiko. Langsung deh saya motret-motret dengan sisa batere yang ada.

Entah kenapa tiap lihat foto ini jadi kangen pengen ke Kyoto lagi
Kami melanjutkan perjalanan menuju Sannenzaka Nannenzaka tapi memutuskan untuk mengunjungi Gion Shirakawa terlebih dahulu. Saya mengajak suami mencoba naik bus, tapi malah kami nyasar 2x, hahahaha... Menyerah naik bus, akhirnya kami berjalan kaki mengandalkan google map. Tiba juga di Gion Shirakawa. Sambil jalan kaki kami sambil menikmati pemandangan di kanan kiri, kaki mulai cenut-cenut tapi saya bilang ke suami anggap aja sedang berolahraga yah, hahaha....

Suasana di Gion Shirakawa
Sayangnya batere kamera kami habis jadi kami tidak bisa mengabadikan perjalanan di Sannenzaka dan Nannenzaka. Perjalanan di Kyoto ini termasuk favorit kami karena banyak hal tidak terduga, bisa menikmati kopi yang enak, bertemu Geiko, dll.

Walau kaki pegal setibanya di airbnb kami di Osaka namun kami masih semangat karena besoknya kami akan pergi menuju Hiroshima dan Pulau Miyajima. Wah, sangat exciting!

-Pad-

Kimono Day in Kyoto : Kimono No Obebe

Satu dari wishlist saya : kompakan dengan suami memakai kimono. Foto ini diambil oleh seorang turis dari Singapura yang baik hati menawarkan untuk memotret kami berdua.

Sebelum berangkat menuju Jepang, kami sempat ragu untuk menyewa kimono atau tidak karena budget kami memang terbatas. Namun Puji Tuhan karena satu dan lain hal kami mendapat voucher dari Airbnb yang akhirnya kami gunakan untuk menyewa kimono di Kyoto. Diskonnya lumayan banget untuk kami berdua, hehe...

Saya pun sempat cek di situs Airbnb untuk tempat dan biaya sewa kimono di Osaka, Kyoto dan Tokyo. Karena kami ingin bisa foto-foto memakai kimono dengan latar belakang pemandangan kota Jepang yang klasik maka kami pun menjatuhkan pilihan untuk menyewa kimono di Kyoto.

Nama tempat penyewaan kimono di Kyoto yang kami pilih itu Kimono No Obebe.

Jadi dari Kyoto Station menuju tempat kimono ini bisa dicapai dengan berjalan kaki, naik bus atau naik taksi. Tentu saja opsi terakhir kami tidak mampu, hahahaha.... Naik bus? kami tidak yakin dan kuatir malah bisa telat tiba disana jadinya kami memutuskan berjalan kaki.

Jangan ditanya yah jauh apa tidak karena 15 menit berjalan kaki dari Kyoto Station itu sesuatu banget yah buat kita yang baru saja menjelajah Arashiyama Bamboo Forest di tengah gerimis. Walau kaki rada pegel tapi kami tetap excited karena mau coba pakai kimono :)


My kimono day in Kyoto, October 2018

Perfect look of my husband wearing kimono :D

Saya memesan untuk sewa kimono pukul 10 pagi lewat Airbnb dan untunglah kami tiba tepat waktu. Saat tiba di tokonya baru ada 3 orang yang mengantri. Enaknya dengan sistim antri di sana itu teratur dan rapi, kami pun dipandu untuk memilih motif kimono yang kami mau pakai. Saya sempat bingung dan akhirnya meminta bantuan kepada staff toko untuk dipilihkan yang cocok untuk kulit saya yang rada coklat.

Biaya sewa kimono disana termasuk hairdo sederhana dan aksesoris rambut. Saya senang dengan kualitas kimono dan pelayanan staff disana, ramah dan sangat membantu. Walau mereka tidak semuanya fasih berbahasa inggris namun mereka tetap berusaha untuk berkomunikasi dan bertanya kepada kami, misalnya disaat rambut saya ditata, hairdresser nyadengan ramah bertanya dalam bahasa jepang : daijobu?.
Saya langsung seketika ingat ada pada drama Jepang yang pernah saya tonton, artinya daijobu itu are you okay? Saya pun langsung menjawab yes sambil tersenyum.

Karena rencana kami setelah dari Kimono No Obebe adalah menuju Gion jadi kami memutuskan untuk foto-foto di seberang toko, yaitu di Nishi Honganji Temple.

Kimono Day! Kami dipotret oleh sepasang suami istri yang merupakan turis, kami banyak menerima kebaikan selama berada di Jepang. Puji Tuhan!
Saat kimono day ini kami dipertemukan dengan orang-orang baik yang juga merupakan turis dari Singapura dan Eropa, mereka menawarkan untuk memotret kami berdua. Mungkin karena mereka melihat kami repot memotret sendiri memakai timer. Thanking God for all of their kindness.

Review saya untuk Kimono No Obebe : staff ramah semua, harga sewa terjangkau, koleksi lumayan bagus. Kekurangannya cuma 1 : jauh kalo jalan kaki, hahaha.... kalau mengajak orang tua atau anak saya sarankan cari yang dekat dengan stasiun kereta atau dekat dengan lokasi motret jadi tidak akan kecapean.
But overall kami senang dengan pengalaman menyewa kimono di Kimono No Obebe :)

Di postingan berikutnya saya akan menulis mengenai perjalanan kami mengunjungi Fushimi Inari Taisha.

Oiya bagi teman-teman yang membutuhkan voucher untuk Airbnb bisa klik link ini yah, lumayan banget bisa dapat voucher sekitar 632.500 idr yang dapat digunakan untuk menginap via Airbnb / Airbnb experience.

-Pad-
OLD
© PAPER FLAVOUR . Design by Fearne.