how are you

Hi, how are you ?
Its a little weird to ask how are you, virtually.
But those 3 words were a day-changer mantra for me.

How are you?
Apa kabarmu? (translated in bahasa indonesia)

A 3-magic-words that may change your thinking, day and life.
You can choose to answer it with pretend-to-be-okay-style, or, you can be honest with yourself and answer it raw - just be you.

I hate what I'm doing right now.
   I feel so alone.
I want to cry, I feel so stress today.
   I am happy.
I want to drink boba-tea with 100% sugar.
   I am sad. I am mad. I hate to be here.

Maybe someday I will answer with one of words on that list above.

But today I just want to write.
Words are flying in my head, so here I am, typing sentences in front of my dekstop.
Trying to pour out what inside my mind.
I used to confused if I prefer to write in English or Bahasa, but for now I just want to let it flow.

me and my little emily, 2019. Photo was taken by @yuniarjohan with pentax analog photography #filmphotography

Every year passed by, I thought deeper about this life.
About my life, my family, and this world we live in. Maybe it wont be better, but I believe we will always be able to find at least a reason to be grateful for.

So, how are you today?


- Pad -

Osaka : Namba, Dotonbori, Shinsaibashi

Area Dotonbori menuju Shinsaibashi-suji, so crowded with people

Hari pertama kami tiba di Osaka pada sore hari, kami langsung menuju ke area Namba setelah check-in di tempat inap kami via Airbnb. Sekitar jam 7 malam kami tiba di Dotonbori dan tercengang melihat terangnya malam hari di sana, iklan-iklan besar berhamparan di gedung-gedung tinggi, ratusan orang lalu lalang, musik yang terdengar dimana-mana, harum dari aneka street food pun turut menggoda, saya tidak tahan untuk tidak memotret suasana disana.

Tidak ketinggalan kami pun mengabadikan momen di depan Glico Man, ikon terkenal di sana, pokoknya kalau mampir ke Osaka wajib untuk singgah dan explore di Dotonbori yah.

Pak suami dipaksa istrinya untuk dipotret di depan Glico Man, hahahaha...

Inilah Glico Man yang hype itu :) wajib foto yah kalo ke sini
Saya dan suami sebenarnya lebih suka suasana yang tidak begitu ramai, namun sesekali tidak apalah yah namanya juga berlibur, menikmati waktu kebersamaan di tempat baru. Banyak banget food-signage yang lucu-lucu lho di Dotonbori. Saya sempat mengabadikan beberapa, seperti restoran sushi yang antriannya panjang ampun dan ada juga restoran takoyaki yang juga tidak kalah panjang antriannya, hahaha....

Kami berdua sempat mencicipi salah satu takoyaki disana, setelah survey via google akhirnya saya mencoba membeli Takoyaki Wanaka. Cocok banget makan takoyaki hangat di tengah dinginnya udara. Saya tidak sempat memotret takoyaki karena sudah keburu dimakan duluan (duh!), hahaha....

Takoyaki Wanaka in Dotonbori, Osaka
Another takoyaki stall

And another takoyaki, hahaha.... so many takoyaki stalls in here!

Kawaii signage :)
Selanjutnya saya akan me-review salah satu ramen yang hype banget, kalau ke Osaka/Tokyo wajib cicipin kuliner yang satu ini. Nantikan yah postingan saya berikutnya!

-Pad-

Fushimi Inari, Gion and Gion Shirakawa

Sumringah ketika tiba di Fushimi Inari

Ittinerary kami untuk one day trip di Kyoto terbilang cukup padat. Singkatnya ini urutan perjalanan kami selama sehari :
1. Arashiyama Bamboo Forest
2. Arabica Coffee
3. Sewa kimono + foto
4. Fushimi Inari Taisha
5. Gion
6. Gion Shirakawa
7. Sannenzaka Nannenzaka

Jadi setelah menyewa kimono dan berfoto ria kurang lebih selama 2 jam, sekitar pukul 1 siang kami pun tiba di Fushimi Inari yang terkenal dengan torii merahnya. Beruntungnya kami karena cuaca adem, walau masih mendung kelabu tapi karena exciting jadi dibawa seru ajah jalan-jalannya :)

Saking banyaknya kami memotret, batere kamera kami pun hanya tersisa sekitar 20% padahal setelah ini kami masih mau menjelajahi Gion.

Yang menarik di Fushimi Inari ini adalah ada jajanan di area sebelah kiri, semacam satu jalan dimana kanan kiri banyak yang menjajakan street food, suvenir, dkk. Kami sempat mencoba rice crackers dan crab stick (ini super enak banget!).

Rice Crackers aneka rasa, ada yang pedas juga lho!
Spot paling terkenal di sini adalah lorong torii berwarna merah. Jadi ketika kami mulai berjalan naik menyusuri jalan setapak di area tersebut akhirnya kami bertemu dengan torii merah yang dimaksud. Banyak banget turis berfoto disana, saya sampai bingung gimana mau motret yah karena banyak yang lalu lalang, hahaha....

Alhasil kami memotret bergantian pokoknya asal sudah mendokumentasikan momen perjalanan di Fushimi Inari, untuk kenang-kenangan suatu hari, ya gak? :D

Spot terkenal di Fushimi Inari yang wajib difoto
Karena agak ramai, kami juga sudah mulai lelah, kami pun memutuskan untuk langsung pergi menuju Gion. Dari Inari JR station kami menuju ke Gion Station.

Alangkah kaget dan happy nya saya ketika memutuskan mau mampir sebentar ke dalam pusat perbelanjaan yang terhubung dengan stasiun karena bertemu dengan gerombolan Geiko/Maiko. Langsung deh saya motret-motret dengan sisa batere yang ada.

Entah kenapa tiap lihat foto ini jadi kangen pengen ke Kyoto lagi
Kami melanjutkan perjalanan menuju Sannenzaka Nannenzaka tapi memutuskan untuk mengunjungi Gion Shirakawa terlebih dahulu. Saya mengajak suami mencoba naik bus, tapi malah kami nyasar 2x, hahahaha... Menyerah naik bus, akhirnya kami berjalan kaki mengandalkan google map. Tiba juga di Gion Shirakawa. Sambil jalan kaki kami sambil menikmati pemandangan di kanan kiri, kaki mulai cenut-cenut tapi saya bilang ke suami anggap aja sedang berolahraga yah, hahaha....

Suasana di Gion Shirakawa
Sayangnya batere kamera kami habis jadi kami tidak bisa mengabadikan perjalanan di Sannenzaka dan Nannenzaka. Perjalanan di Kyoto ini termasuk favorit kami karena banyak hal tidak terduga, bisa menikmati kopi yang enak, bertemu Geiko, dll.

Walau kaki pegal setibanya di airbnb kami di Osaka namun kami masih semangat karena besoknya kami akan pergi menuju Hiroshima dan Pulau Miyajima. Wah, sangat exciting!

-Pad-
OLD
© PAPER FLAVOUR . Design by Fearne.